Lewati ke konten

Apa Itu IHSG? Pengertian, Cara Membaca, dan Posisinya Belakangan Ini

Tim Kobosky ·

Sering dengar berita "IHSG ditutup menguat" atau "IHSG anjlok" tapi belum paham artinya? Tenang, kamu tidak sendirian. Artikel ini menjelaskan apa itu IHSG dengan bahasa sederhana, bagaimana cara membacanya, apa yang membuatnya naik turun, dan bagaimana posisinya belakangan ini, tanpa istilah yang bikin pusing.

Ilustrasi pixel art anak muda memperhatikan layar besar grafik IHSG dengan lilin hijau dan merah, banteng dan beruang, serta gedung Bursa Efek Indonesia

Catatan: angka indeks dan persentase saham di ilustrasi di atas hanya hiasan, bukan data sungguhan.

Ringkasnya: IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah indeks utama Bursa Efek Indonesia yang menggambarkan pergerakan harga seluruh saham tercatat. Kalau IHSG naik, secara umum harga saham di bursa sedang menguat; kalau turun, sedang melemah. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, IHSG ditutup di level 5.439,25, naik 0,95%.

Apa itu IHSG?

IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan, dalam bahasa Inggris disebut IDX Composite. IHSG merupakan indeks pasar saham utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengukur kinerja harga seluruh saham yang tercatat di Papan Utama dan Papan Pengembangan (ANTARA).

Bayangkan IHSG seperti "rapor rata-rata" pasar saham Indonesia. Kamu tidak perlu memantau ratusan saham satu per satu; cukup lihat IHSG untuk tahu kondisi pasar secara umum hari itu.

Sejarah singkat IHSG

IHSG pertama kali diperkenalkan pada 1 April 1983 sebagai indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Jakarta. Hari dasar perhitungannya adalah 10 Agustus 1982, saat indeks ditetapkan dengan nilai dasar 100 dan jumlah saham tercatat baru 13 saham (ANTARA).

Jadi kalau IHSG sekarang berada di kisaran ribuan, artinya nilai pasar saham secara keseluruhan sudah tumbuh berlipat-lipat dibanding titik awalnya di tahun 1982.

Bagaimana IHSG dihitung?

Secara sederhana, IHSG membandingkan nilai pasar seluruh saham hari ini dengan nilai dasarnya. Nilai pasar dihitung dari harga saham dikalikan jumlah sahamnya, lalu dijumlahkan untuk semua emiten.

Karena berbasis nilai pasar, saham perusahaan besar (misalnya bank-bank besar) punya pengaruh lebih kuat terhadap naik turunnya IHSG dibanding saham perusahaan kecil. Nilai dasar juga disesuaikan bila ada perubahan seperti emiten baru, right issue, atau delisting, supaya indeks tetap bisa dibandingkan dari waktu ke waktu (ANTARA). Rumus resmi dan detail metodologinya bisa kamu baca di situs Bursa Efek Indonesia.

Cara membaca berita IHSG

Saat membaca berita pasar saham, kamu akan sering menemukan istilah berikut:

  • Ditutup menguat / melemah: posisi IHSG saat bursa tutup dibanding penutupan hari sebelumnya.

  • Poin dan persen: besar perubahannya. Contoh: naik 51,35 poin atau 0,95%.

  • Zona hijau / zona merah: hijau berarti naik, merah berarti turun. Itu sebabnya grafik saham dipenuhi warna hijau dan merah.

  • Bullish dan bearish: istilah untuk pasar yang cenderung naik (banteng) atau cenderung turun (beruang), seperti di ilustrasi.

  • Investor asing beli/jual bersih: apakah investor luar negeri lebih banyak membeli atau menjual saham di bursa Indonesia pada periode itu.

Apa yang membuat IHSG naik turun?

Banyak hal bisa menggerakkan IHSG, antara lain:

  1. Kondisi ekonomi dalam negeri: pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan suku bunga.

  2. Kinerja perusahaan: laporan keuangan emiten, terutama perusahaan berkapitalisasi besar.

  3. Sentimen global: pergerakan bursa dunia, harga komoditas, dan kondisi geopolitik.

  4. Arus dana investor asing: aksi beli atau jual dalam jumlah besar.

  5. Kebijakan dan regulasi: keputusan pemerintah, Bank Indonesia, maupun otoritas bursa.

IHSG belakangan ini

Pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, IHSG ditutup menguat 51,35 poin atau 0,95% ke level 5.439,25 (detikFinance). Sepanjang pekan 19 sampai 23 Oktober 2026, IHSG tercatat menguat sekitar 4,90%, meski investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (Aktualita).

Pergerakan harian seperti ini wajar terjadi. Yang penting adalah memahami konteksnya, bukan panik atau ikut-ikutan hanya karena satu hari naik atau turun.

Tips untuk pemula yang mulai tertarik saham

  • Belajar dulu sebelum membeli. Pahami cara kerja saham, risikonya, dan istilah dasarnya.

  • Pakai perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK, dan waspadai ajakan investasi dengan janji untung pasti.

  • Gunakan uang dingin, yaitu uang yang tidak kamu butuhkan dalam waktu dekat.

  • Jangan ikut-ikutan rekomendasi di media sosial atau grup chat tanpa memahami sendiri alasannya.

  • Pikirkan jangka panjang. IHSG bisa turun tajam dalam waktu singkat, jadi siapkan mental dan rencana.

Ngobrol soal saham bareng teman

Belajar investasi terasa lebih ringan kalau ada teman diskusi. Di Kobosky, kamu bisa bergabung ke komunitas sesuai minat dan bertanya di fitur tanya-jawab. Kenali dulu Kobosky: Your Little Network, atau baca artikel lain di Blog Kobosky. Kalau butuh jeda dari grafik merah hijau, ada juga 24 game seru di Kobosky.


Artikel ini bersifat edukasi dan informasi umum, bukan saran atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal. Lakukan riset sendiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berizin sebelum berinvestasi. Data pasar per 23 Oktober 2026.

Simpan ke koleksi

Baca juga

Mau langsung main? Lihat Ide untuk pasangan.

Gabung ke Kobosky

Your Little Network: teman, tulisan, game, dan ruang khusus untuk kamu dan pasangan. Gratis.

Daftar gratis